JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sejumlah barang bukti (barbuk) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, dari operasi senyap OTT BNPB tersebut terdapat barbuk uang lebih dari Rp3 miliar.
"Nilainya atau jumlahnya bukan lagi Rp1,4 (miliar) ya, tapi lebih kurang sekitar Rp3,3 miliar, itu dari beberapa pihak," kata Setyo saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Setyo juga mengonfirmasi terdapat barbuk berupa aset kripto. Namun, ia belum bisa memastikan kepemilikan dari aset tersebut.
"Kalau nggak salah kripto itu nilainya satu digit di M ya gitu, ya, satu digit saja gitu. Cuman saya detailnya saya lupa," ujarnya.
"Ya sekali lagi kripto itu kan nggak bisa kita bunyikan langsung begitu saja bahwa pasti sekian atau pemiliknya siapa, si A, si B, dan segala macam, gitu," pungkasnya.
Selanjutnya, ia juga membenarkan barbuk dalam operasi senyap itu terdapat logam mulia yang diperkirakan beratnya mencapai ratusan gram.
Diketahui, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu dari mereka ialah adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Bima Setiawan.