Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demo Mahasiswa Prancis Ricuh! Polisi Tembakkan Gas Air Mata hingga Ribuan Orang Ditahan

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |14:12 WIB
 Demo Mahasiswa Prancis Ricuh! Polisi Tembakkan Gas Air Mata hingga Ribuan Orang Ditahan
Demo prancis (foto: AP)
A
A
A

PARIS - Aksi demonstrasi nasional mahasiswa di Prancis yang memasuki putaran kelima, berujung bentrokan dengan polisi. Para mahasiswa sekolah menengah dan universitas turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi pembelajaran.

Dilansir dari rt, Kamis (15/10/2026). Di Paris, bentrokan paling sengit terjadi di Place Vauban, alun-alun dekat Les Invalides, kompleks militer bersejarah yang menjadi lokasi makam Napoleon.

Polisi menembakkan rentetan gas air mata untuk membubarkan massa. Sementara itu, sejumlah demonstran melemparkan batu dan meluncurkan kembang api ke arah petugas.

Sejak demonstrasi dimulai bulan lalu, lebih dari 6.800 orang telah ditahan. Aksi tersebut awalnya melibatkan mahasiswa yang bergabung dengan pekerja sektor publik yang melakukan mogok kerja.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 161.500 orang mengikuti demonstrasi pada Selasa, termasuk 41.500 orang di Paris. Sementara itu, penyelenggara memperkirakan jumlah peserta aksi di seluruh negeri mencapai 480.000 orang.

 

Pemerintah mengakui bahwa mahasiswa memiliki keluhan yang perlu diperhatikan. Namun, sejumlah pejabat menyalahkan aktivis sayap kiri atas aksi kekerasan dan menuduh La France Insoumise (LFI), partai terbesar ketiga di parlemen, menghasut kerusuhan.

LFI menolak tuduhan tersebut dan menyerukan para demonstran agar tidak melakukan kekerasan.

Menteri Dalam Negeri, Laurent Nunez juga menuding kelompok sayap kiri Le Poing Leve dan Revolution Permanente mendorong kekerasan selama demonstrasi mahasiswa di pinggiran Paris. Kedua kelompok itu membantah tuduhan tersebut dan menuding pemerintah melakukan “penindakan brutal”.

Di sisi lain, mahasiswa dan serikat pekerja menuduh polisi menggunakan kekerasan secara berlebihan. Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional (IGPN), lembaga pengawas internal kepolisian Prancis, saat ini menyelidiki 36 kasus dugaan pelanggaran.

Pada Selasa, seorang polisi didakwa atas dugaan “kekerasan yang diperparah” terkait insiden di Tours pada 30 September. Dalam kejadian tersebut, seorang siswa berusia 16 tahun kehilangan satu matanya setelah terkena proyektil yang ditembakkan menggunakan LBD, senjata polisi yang dirancang untuk menembakkan peluru berdampak tidak mematikan.

Sebagai upaya merespons tuntutan mahasiswa, Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengumumkan pada Selasa bahwa pemerintah mengirimkan 3.000 guru pengganti ke sekolah-sekolah menengah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar paling parah.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement