Serangan terhadap Fasilitas Minyak Yaman
Tak lama setelah perintah evakuasi dikeluarkan, tim Al Jazeera di lapangan melaporkan mendengar ledakan di Sanaa. Media yang berafiliasi dengan Houthi menyebut serangan udara yang dilakukan pasukan pendukung Arab Saudi menghantam fasilitas minyak di kawasan al-Sabah.
Koresponden Al Jazeera, Yousef Mawry, melaporkan bahwa dua serangan udara lainnya juga menghantam pelabuhan Ras Isa. Serangan tersebut disebut menyasar tangki penyimpanan minyak dan sebuah stasiun minyak di Provinsi Hodeidah yang dikuasai Houthi.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menuduh Houthi menggunakan fasilitas minyak dan depot bahan bakar bawah tanah untuk mendukung persenjataan rudal serta drone mereka.
Setelah ledakan dilaporkan terjadi, Saree menyatakan bahwa pejuang Houthi tengah berkonfrontasi dengan pasukan yang didukung Arab Saudi di Sanaa. Ia juga memperingatkan bahwa Houthi akan menargetkan lokasi-lokasi yang telah diperintahkan untuk dievakuasi jika serangan terhadap Sanaa berlanjut.
Lokasi yang disebut dalam peringatan tersebut mencakup kantor pusat Aramco di Dhahran, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta kilang minyak yang berafiliasi dengan Aramco di Riyadh.
Di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan, perusahaan minyak Yaman menyatakan fasilitas penyimpanannya dalam keadaan kosong dan serangan tersebut tidak akan memengaruhi cadangan minyak maupun pasokan bagi penduduk. Namun, saksi mata melaporkan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar akibat kekhawatiran akan kelangkaan pasokan.