Konflik Yaman dan Dampaknya terhadap Warga Sipil
Konflik di Yaman terus meningkat. Pada September, Houthi dilaporkan melancarkan serangan darat di Mocha dan memukul mundur pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman dari kota pelabuhan strategis tersebut.
Pada bulan yang sama, pasukan Houthi kembali merebut sejumlah wilayah di sepanjang pantai barat dan Selat Bab al-Mandeb, termasuk Pulau Mayyun yang memiliki posisi strategis di jalur pelayaran tersebut.
Presiden Komite Internasional Palang Merah, Mirjana Spoljaric, memperingatkan bahwa warga sipil di Timur Tengah menanggung dampak terbesar dari meningkatnya permusuhan. Ia menyerukan semua pihak untuk meredakan ketegangan dan melindungi infrastruktur sipil.
“Di Yaman, skala kematian, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur sipil, termasuk di Aden dan Sanaa, meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan,” kata Spoljaric dalam sebuah pernyataan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sedikitnya 46 warga sipil tewas dan lebih dari 130 lainnya terluka di Yaman sejak Agustus. Banyak korban dilaporkan merupakan anak-anak. Selain itu, lebih dari 200.000 orang disebut telah mengungsi sejak September.
Serangkaian serangan terbaru tersebut menambah kekhawatiran terhadap meluasnya konflik regional dan dampaknya terhadap keselamatan warga sipil serta stabilitas pasokan energi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.