Di sisi lain, Gugun turut menyampaikan perspektif Kementerian Agama mengenai penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Ia menilai kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketertiban, kenyamanan, serta kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.
“Perayaan keagamaan harus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kedamaian. Kita tentu ingin setiap kegiatan keagamaan berjalan dengan baik, tetapi pada saat yang sama juga harus menghormati ketenangan dan hak masyarakat sekitar,” ujar Gugun.
Menurutnya, semangat kerukunan tidak hanya diwujudkan melalui dialog antarumat beragama, tetapi juga melalui kemampuan masyarakat untuk saling menghormati ketika menjalankan aktivitas keagamaan di ruang sosial yang sama.
“Kita ingin kegiatan keagamaan berjalan dengan baik dan masyarakat juga merasa aman serta nyaman. Inilah bagian dari pelayanan dan kerukunan yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.